Tampilkan postingan dengan label lauk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lauk. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Mei 2013

Perkedel Tahu Kacang Merah

Assalamualaykum


Untuk lauk hari ini saya bikin perkedel tahu. Biasanya pekedel tahu gini isinya cuma tahu melulu.
Paling banter diberi irisan daun bawang. Suatu saat saya dapat resep ini dari Pak Wied Harry. Setelah dibaca asik juga nih resepnya. Tahu diberi varian kacang merah dan nggak pake telur lagi. Insya Allah lebih sehat (Pak Wied gitu lho). Sebagai perekat digunakan tepung Mocaf (Modified Cassava Flour). Tapi karena nggak punya saya ganti aja pake tapioka. Aslinya sih pake cabe yang diuleg halus dengan bumbu lain. Tapi saya skip aja cabenya. Gimana rasanya ? Enaks dong layaknya gorengan lainnya....

Bahan :
350 gr tahu putih
200 gr kacang merah, rendam semalam sampai empuk
1-2 sdm tepung mocaf (saya pake tapioka/aci/kanji)
1 batang daun bawang, iris halus
1/2-1 sdt garam halus
Minyak goreng

Bumbu halus :
2 butir bawang merah
3 siung bawang putih
3 cabe keriting/sesuai selera (saya nggak pake)
2 cm kunyit
2 butir kemiri

Cara membuat :
1. Haluskan tahu kemudian bungkus dengan serbet, peras sampai airnya habis, sisihkan. Uleg kasar kacang merah.
2. Dalam sebuah wadah besar campur tahu halus, kacang merah, tapioka, daun bawang, garam dan bumbu halus. Aduk sampai rata. Cek rasanya. Bentuk bulat-bulat pipih seperti perkedel.
3. Panaskan minyak goreng, goreng perkedel tahu menggunakan api sedang sampai kuning kecoklatan. Cukup dibalik sekali kemudian angkat dan tiriskan.



Rabu, 27 Maret 2013

PAKLAY

Assalamualaykum


Pernah dengar nama paklay ??? Kalo capcay pasti udah. Naaa...paklay ini sodaranya capcay gitu. Satu sodara karena sama sama masakan Cina.
Kalo saya beli capcay di Solo, pasti deh penjualnya juga sedia paklay. Lha bahannya sama dengan capcay sih. Terdiri dari sayur seperti wortel, kol, sawi hijau, sawi putih, daun bawang dan kembang kol (kalo kembang kol kayaknya jarang dipake, mihil gitu). Pake jagung muda atau baby corn juga boleh. Jika capcay menggunakan kekian (yang dibuat dari adonan tepung dan udang), kalo paklay ini hanya menggunakan sayur sayuran, ati ampela, daging ayam/bakso dan telur orak arik. Masaknya juga simpel, cuma ditumis doang. Perbedaannya dengan capcay adalah kalo paklay selalu berkuah kental. Sedang capcay bisa dimasak kering atau pake sedikit kuah tapi encer. Tapi masaknya jangan overcook ya supaya sayurnya masih terasa renyah. Setelah matang dikentalkan dengan larutan tapioka/maizena. Penggunaan ati ampela ini hukumnya wajib, tapi kalo daerah lain, entah pake atau tidak ya. Dinikmati selagi hangat, tanpa nasi hmmmm...nikmat banget. Kalo mau pake nasi juga ga papa. Malah lebih kenyang. Tapi saya lebih suka digadoin aja, karena menurut saya bumbunya terasa lebih tajam menghantam lidah. Setelah dipoto, barulah keliatan kalo telur orak ariknya lupa nggak dimasukin, waaaaaa.....


Bahan :
1 bh bawang bombay, iris tipis panjang
4 siung bawang putih, memarkan
1 sdm kecap ikan/kecap asin
2 bh wortel, potong serong tipis
100 gr kembang kol, potong perkuntum (saya nggak pake)
200 ml air kaldu
4 pasang ati ampela rebus, potong sesuai selera
5 bh bakso sapi, potong tipis
2 butir telur, dibuat orak arik
1 bh sawi putih, potong potong
1 ikat sawi hijau, potong potong (saya pake bokcoy)
200 gr kol, potong kasar
2 batang daun bawang, potong 1/2cm
2 sdm saus tiram
1/2 sdt garam
1 sdt gula pasir
1/2 sdt merica bubuk
1 sdt tepung tapioka/maizena, larutkan dalam sedikit air
bawang goreng secukupnya

Cara membuat :
1. Tumis bawang bombay dan bawang putih sampai layu, beri  kecap ikan. Masukkan wortel dan 50 ml air kaldu. Biarkan wortel jadi empuk.
2. Masukkan ati ampela, bakso, telur orak arik dan semua sayuran seperti sawi putih, sawi hijau, kol dan daun bawang. Bumbui dengan saus tiram, garam, gula dan merica. Tuangi sisa kaldu. Biarkan mendidih dan cek rasanya. Jika suka boleh ditambah kaldu bubuk atau penyedap rasa.
3. Terakhir masukkan larutan tapioka, biarkan mengental dan aduk rata sampai semua sayur terbalut kuah kental. Angkat, sajikan hangat dengan taburan bawang goreng.


Kamis, 21 Maret 2013

Ayam Kecap

Assalamualaykum


Alhamdulillah internet sudah normal kembali. Makasih ya Smartfren. Gitu doong, jangan lelet lagi seperti tempo hari yang sampai berhari hari
(sory bukan promo atau muji ya, cuma mengekspresikan rasa senang, biar adil setelah kemarin bawel karena internet lelet). Ayam kecap ini saya buat kemarin untuk menemani lauk makan siang. Selama saya sakit thypus, ayam kecap inilah yang sering dibuat. Siapa yang bikin ? Ya hubbylah, hehe....Hubby bukan seorang yang bisa masak, tapi karena kepepet harus ngasih makan anak dan bini yang lagi kena thypus, mau nggak mau harus masak lauk sendiri. Kalo mau jajan, waktu itu ngeri melihat saya terkapar karena thypus. Takut kalo kuman thypus ikut ngumpet di dalam makanan yang dibeli, hiiiyyy..... Ketika masak ayam kecap ini, dia bolak balik dari dapur ke kamar tidur untuk tanya bumbu dan proses pembuatannya. Dari mulai membersihkan ayam sampai ayamnya matang. Alhamdulillah saat itupun selalu dibantu anak wedok (perempuan), yang dikasih tugas ngupasin bawang. Hasil masakannya yaaaaa....cukup enak deh. Tapi berhubung dia yang masak ya dipuji puji sendiri. Katanya ayam kecapnya enak banget. Narsis. Kalo minta pendapat saya dan saya bilang lumayan, jawabnya "waduh istriku sirik setelah suaminya yang ganteng ini bisa masak ayam", hahahahaaaaa.....Konyol rasanya mendengar kalimatnya. Maunya sih dipuji gitu, tapi memang bininya sengaja pelit pujian, hahaha.....

Ayam kecap ini sepertinya sudah jadi lauk wajib ibu-ibu ya untuk menu sehari hari. Ini salah satu menu andalan untuk menghadapai mati gaya waktu di dapur. Sering kan kita kita bingung mau nyediain menu apa yang kira kira cocok buat orang serumah. Naaahhh ayam kecap ini salah satu solusinya. Masaknya cepat, ringkas dan pastinya enak. Sengaja ayamnya dipotong agak kecil kecil supaya bumbu cepat meresap. Ketika saya sakit ayam kecap ini tidak pake merica karena saya tidak boleh mengkonsumsinya  Bahkan sampai sekarangpun saya masih menjaga asupan makanan beserta bumbu bumbu terutama yang pedas dan menyengat. Tapi di bawah ini saya tulis resep lengkapnya ya. Karena mau difoto, ayam kecapnya sengaja ditaburi seledri cincang dan kacang mede biar sedikit gaya......

Bahan :
1 ekor ayam, potong 14 bagian
8 butir bawang merah, iris tipis ( bisa pake 1 bh bawang bombay )
4 siung bawang putih, cincang halus
1 sdt kecap ikan/kecap asin
2 sdm saus tiram
75-100 ml kecap manis
1/2 sdt garam
1 sdt gula pasir
1/4 sdt merica bubuk
250-300 ml air

Cara membuat :
1. Cuci bersih ayam, jika perlu kucuri dengan jerik nipis dan garam untuk menghilangkan baunya. Cuci bersih kembali.
2. Panaskan minyak yang cukup banyak di wajan, goreng ayam sampai kecoklatan. Tapi jangan sampai terlalu kering ya. Angkat dan tiriskan.
3. Panaskan kembali sedikit minyak, tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum. Masukkan kecap ikan, ayam goreng dan kecap manis.
4. Masukkan air, saus tiram, garam, gula dan merica. Biarkan mendidih, dan koreksi rasanya. Jika sudah pas, kecilkan apinya, masak sampai bumbu meresap dan kuah mengental. Jika airnya menyusut tapi bumbu belum meresap, bisa ditambah air lagi. Angkat dan sajikan.



Jumat, 25 Januari 2013

Sambel Goreng Kentang Dan Krecek

Assalamualaykum


Alhamdulillah hari ini masih bisa masak, motret dan ngisi blog. Weekend ini saya masak sambel goreng kentang dan krecek.
Krecek ni disebut juga krupuk kulit. Saya penggemar krecek kelas berat apalgi jika dimasak sambel goreng. Niat awal sih pingin bikin judul sambel goreng kentang dan ati. Ternyata saya kebanyakan pake kreceknya dan ati ampelanya nggak keliatan. Kebetulan sambel gorengnya udah nginep semalam jadi bumbunya lebih meresap sehingga lebih enak. Sambel goreng ini favorit orang rumah. Dimakan dengan nasi hmmm...benar-benar nikmat. Kalo orang Jawa bilang "nglawuhi", artinya sangat cocok sebagai lauk nasi. Tidak perlu tambahan lauk lain sudah sangat enak. Apalagi jika dimasak sampai kuah santannya tinggal sedikit, wuih...enak banget karena bumbunya benar-benar meresap.

Tetapi jika dinilai dari segi gizi, hehehe...tau sendiri ya. Ada ati ampela, krecek dan santan kental. Kandungan lemak dan purinnya lumayan juga. Saya aja sangat jarang masak resep ini kalo nggak kepingin banget, hihi...Daripada banyak omong yuk ditilik resepnya...

Bahan :
4 butir kentang ukuran sedang, kupas, potong dadu
4 bh ampela ayam, rebus, potong dadu
4 bh hati ayam, rebus, potong dadu
50-75 gr krecek/krupuk kulit
1 papan pete, kupas, potong 2
200 ml santan kental dari 1/2 butir kelapa
300 ml santan encer (dari sisa perasan santan kental tadi)
2 bh cabe merah besar, potong bulat tipis
3 lbr daun jeruk
2 lbr daun salam
1 batang serai, memarkan
sepotong kecil lengkuas
garam, gula, merica bubuk secukupnya

Bumbu halus :
10 butir bawang merah
5 siung bawang putih
2 bh cabe merah besar
3 cm kunyit
3 butir kemiri

Cara membuat :
1. Goreng kentang dalam minyak yang banyak sampai matang. Angkat dan tiriskan.
2. Panaskan kembali sedikit minyak, tumis bumbu halus sampai wangi. Masukkan daun jeruk, daun salam, serai dan lengkuas. Tumis sampai bumbu halus agak matang.
3. Masukkan pete, ampela dan krecek, aduk rata. Biarkan krecek agak layu dan sedikit mengempis. Tuangi santan encer dan biarkan mendidih. Beri garam, gula dan merica.
4. Setelah santan agak menyusut, masukkan kentang, ati dan cabe merah. Tuangi santan kental dan biarkan mendidih. Cek rasanya. Masak sampai bumbunya agak meresap kemudian matikan apinya.


Senin, 14 Januari 2013

TUMIS TEMPE DAN KACANG PANJANG

Assalamualaykum


Hari ini saya mau sharing resep masakan sehari-hari. Sering banget masak tumis tempe ini. Saya sendiri penggemar berat tempe.
Terutama tempe goreng yang diberi bumbu bawang putih dan garam kemudian digoreng garing dan dimakan anget-anget, nyam....Tumis tempe ini saya buat ketika hujan sedang deras. Dinikmati bersama nasi panas memang paling nikmat. Tapi ketika sedang meracik/menyediakan bahan, ternyata cabe merahnya habis ! Ya sudahlah pake bahan seadanya yang tersedia di kulkas. Di bawah ini saya tulis resep lengkapnya ya...


Bahan :
300 gr tempe, potong dadu
10 lonjor kacang panjang, potong 2 cm
5 butir bawang merah, iris tipis
3 siung bawang putih, iris tipis
2 cabe merah besar/keriting, iris tipis (saya nggak pake)
1 lbr daun salam
2 cm lengkuas
1 sdm ebi, rendam air panas sampai lunak, cincang halus
1 sdt kecap ikan/asin
1 sdm saus tiram
3-4 sdm kecap manis
50 ml air
garam, gula, merica secukupnya

Cara membuat :
1. Goreng tempe sampai matang, angkat, tiriskan.
2. Gunakan sedikit minyak goreng sisa menggoreng tempe, tumis bawang merah, bawang putih dan cabe merah sampai layu. Masukkan ebi, daun salam dan lengkuas. Menyusul kecap ikan dan saus tiram. Aduk rata.
3. Masukkan tempe goreng dan kecap manis. Tuangi air dan masukkan kacang panjang. Beri garam, gula dan merica. Cek rasanya. Jika sudah pas matikan api. Angkat dan sajikan.

Sabtu, 10 November 2012

SAMBEL GORENG JENGKOL

Assalamualaykum



Kalo baca judulnya jangan langsung paranoid ya, hehe...Jengkol. Banyak orang yang sentimen dengan bahan makanan ini.
Ini levelnya sama dengan pete dalam hal bikin orang paranoid. Sama seperti saya dulu jika dengar kata jengkol pete sebisa mungkin menghindar jauh-jauh. Tapi beberapa bulan yang lalu teman fb saya mbak Anita upload resep Sambel Goreng Jengkol. Setelah dibaca saya sangat ingin mencobanya karena resep ini tidak memakai jengkol saja tapi ada bahan lain yaitu kentang dan tempe. Pemakaian jengkolnyapun cuma sedikit dibandingkan kedua bahan tadi. Yang seperti ini kayaknya cocok buat saya yang ingin "belajar" makan jengkol. Setelah mencoba, hmmm ternyata enak, hehe...Dalam sebulan ini saya sudah bikin sebanyak 3x. Hebat kan...(halah). Bagi yang sudah "senior" dalam hal perjengkolan, boleh kok jengkolnya dibanyakin. Pasti lebih enak....


Setelah saya membuatnya, baru saya tahu ternyata merebus jengkol itu lama. Butuh waktu 1 jam supaya jengkol jadi empuk. Setelah direbus dan kulitnya yang coklat dikupas, jengkol dibelah jadi 2 dan dimemarkan, baru deh jengkol siap diolah. Untuk resep ini saya modif sedikit baik bahan dan bumbunya. Tempe yang tercantum dalam resep saya ganti dengan tahu. Begitu juga bumbunya saya tambahi dengan rempah dapur. Sambel goreng ini menurut saya tergolong sambel goreng kering karena tidak memerlukan santan/cairan di dalam resepnya. Bumbu hanya ditumis menggunakan minyak sampai matang dan kering kemudian jengkol, kentang dan tahu dimasukkan. Kayak balado gitu. Gimana, mau mencoba sambel goreng jengkol ini ? Yuk disimak resepnya...




Bahan :
14 keping (7 tangkup) jengkol rebus
3 buah kentang, potong dadu
250 gr tahu putih, potong dadu
sepotong lengkuas, memarkan
2 lbr daun salam
3 lbr daun jeruk, robek-robek
garam dan gula secukupnya

Bumbu halus :
100 gr (7-8 bh) cabe merah besar
10 butir bawang merah
5 siung bawang putih
2 cm kunyit

Cara membuat :
1. Setelah jengkol direbus sampai empuk, belah 2, memarkan dan potong dadu, sisihkan.
2. Goreng kentang dan tahu secara terpisah sampai berkulit. Tiriskan.
3. Dalam sebuah wajan, panaskan minyak goreng. Tumis bumbu halus sampai harum. Masukkan lengkuas, daun salam dan daun jeruk. Aduk-aduk sampai bumbu menjadi matang dan agak kering.
4. Beri garam dan gula, cicipi rasanya.
5. Masukkan jengkol, kentang dan tahu. Aduk sampai rata. Angkat dari api dan sajikan.










Sabtu, 03 November 2012

GHANAIAN JOLLOF RICE

Assalamualaykum




Akhirnyaaaa terlaksana juga membuat Ghanaian Jollof Rice ini. Alhamdulillah. Sudah sejak bulan Oktober lalu saya ngincer resep ini.
Resep aslinya dari Mbak Erika Sari. Halo buk, resepnya enak lho. Makasih ya, muah-muah......

Seperti biasa, resep yang saya incer biasanya yang simpel. Simpel bahannya dan simpel proses pembuatannya. Ogah yang ribet karena tenaga saya yang sangat terbatas dikarenakan penyakit rematik saya yang mudah kambuh, sehingga tidak bisa terlalu capek. Padahal saya ingin lebih banyak lagi praktik resep ini dan itu, terutama baking. Dibandingkan masak memasak, saya lebih suka baking. Hobi baking sudah saya mulai sejak kelas 5 SD, sedang masak memasak baru saya lakukan setelah menginjak SMA. Niat awal bikin blog, saya pingin sharing resep tentang bikin kue dan snack. Tapi setelah blognya jadi, makin kesini lha kok yang diposting resep masakan melulu, hihi...penyebabnya ya itu tadi, tenaga yang sangat terbatas, sementara saya harus masak tiap hari untuk keluarga. Sering juga sih keluarga minta saya untuk sering bikin kue dan cemilan, tapi hal ini saya kabulkan jika nggak ada masalah dengan penyakit saya. Akhirnya untuk ngisi blog biar nggak nganggur, ya masakan yang saya buat aja. Untuk resep ini sedikit saya modif ya. Mb Erikaaaa....maaf ya, eike nggak nurut sama resepnya nih, hihi...
Yuk diintip resepnya yuk...



Bahan :
500 gr beras
600 ml air
1/2 ekor ayam, potong 6 bagian
2 bh wortel, potong dadu
2 batang daun bawang, iris tipis (saya lupa nggak pake)
 2 cm jahe, dimemarkan
2 sdm saus tomat
garam, gula secukupnya

Bumbu halus :
3 cabe merah besar
2 bh tomat merah
10 butir bawang merah
6 siung bawang putih .

Pelengkap :
tomat
ketimun
telur dadar
kerupuk/emping
bawang goreng
sambal

Cara membuat :
1. Cuci beras sampai bersih, tiriskan. Kukus sampai setengah matang kurleb 30 menit.
2. Tumis jahe sampai wangi, tambahkan bumbu halus, ayam, saus tomat, garam dan gula. Masak sampai ayam empuk. Angkat ayam dan sisihkan.
3. Masukkan wortel dan air ke dalam bumbu tadi, rebus sampai mendidih. Matikan api, masukkan beras dan daun bawang ke dalamnya. Biarkan air diserap oleh beras tanpa menyalakan api.
4. Setelah airnya diserap oleh beras, kukus lagi selama 25 menit sampai matang. Angkat beras dari kukusan.
5. Untuk ayamnya, panaskan sedikit minyak di atas wajan teflon, panggang ayam sampai berwarna kuning agak kecoklatan. Angkat. Sajikan nasi bersama ayam disertai pelengkapnya.





Kamis, 01 November 2012

BALADO IKAN CUWE

Assalamualaykum




Jika membaca judul di atas pasti sudah banyak yang tau ya jenis masakan ini. Iya. Ini adalah ikan yang diberi sambal.
Kemarin ketika belanja, melihat tumpukan ikan cuwe yang banyak membuat saya jadi tergiur. Ikan cuwe ini kalo di daerah Jawa disebut ikan pindang. Ciri khas ikan ini adalah ukurannya yang agak kecil dan selalu dimuat dalam keranjang bambu kecil. Setiap keranjang bisa berisi 2-4 ekor, tergantung besar kecilnya ikan.. Jenis ikan yang dimasukkan dalam keranjang ini juga bermacam-macam jenisnya. Kata penjualnya bisa memakai ikan layang, ikan salem atau ikan tongkol.

Ikan dalam keranjang ini menurut saya kok luwes dimasak apa saja. Dimasak menggunakan sayur seperti buncis dan wortel kemudian diberi bumbu kecap dan belimbing wuluh (belimbing sayur) juga sedap. Tapi hari ini saya membuat balado saja. Kebetulan di kulkas ada stok tomat dan cabe merah besar, sisa Lebaran Haji tempo hari. Takut keburu rusak, saya olah saja menjadi sambal. Hasilnya, hmmm...memang nikmat. Dimakan bersama nasi hangat dan lalapan sangat menggiurkan. Saya tidak merekomendasikan bagi yang sedang diet untuk menyantapnya ya. Dijamin dietnya bubar deh, hahaha...Karena jika makan memakai menu ini, nasi sepiring nggak akan pernah cukup.

Proses membuat sambalnya juga sangat mudah. Cabe beserta bumbu cukup digoreng kemudian dihaluskan, dan ditumis sampai matang. Tapi untuk mengurangi konsumsi minyak, bumbunya tidak saya goreng melainkan saya rebus. Setelah dihaluskan, ditumis dengan sedikit minyak. Tujuan menggoreng/merebus bumbu sebelum dihaluskan adalah untuk menghilangkan bau langu dari cabe dan bawang. Sedikit tips dari saya (ceileee...)  jika memberi garam dan gula, tunggu setelah sambal yang ditumis agak mengering. Hal ini untuk mencegah 'salah rasa', karena sambal yang dibumbui ketika masih basah kemudian dicicipi, biasanya kurang asin/manis. Pasti akan ditambahi deh. Tapi setelah agak kering dan dicicip lagi, lhaaaa baru ketauan kalo kebanyakan garam/gula. Selain itu juga mencegah sambal jadi berwarna gelap karena gulanya terlalu lama dimasak. Kalo warnanya terlalu gelap kan jadi kurang menarik, karena sambal memang paling cantik kalo berwarna merah.  Nah daripada banyak ngomong yuk bikin balado ikan cuwe yuk...

Bahan :
10 ekor ikan cuwe/pindang
15 bh cabe merah besar
5 bh cabe merah keriting
6 butir bawang merah
3 siung bawang putih
2 bh tomat merah, potong tipis-tipis
1 sdt terasi bakar
3 lbr daun jeruk
1 batang serai
2 lbr daun salam
garam dan gula merah secukupnya

Cara membuat :
1. Cuci ikan cuwe menggunakan air hangat, tiriskan. Goreng ikan sampai matang, angkat dan tiriskan.
2. Rebus semua cabe, bawang merah dan bawang putih dalam air mendidih selama 15 menit. Angkat, tiriskan. Uleg/blender bersama terasi sampai halus.
3. Panaskan sedikit minyak di wajan, tumis tomat, daun jeruk, serai dan daun salam sampai tomat agak berkurang airnya. Masukkan cabe halus, dan terasi aduk-aduk sampai rata. Masak sampai agak kering. Bumbui garam dan gula merah. Cek rasanya.
4. Masukkan ikan cuwe goreng, aduk rata. Angkat dan sajikan.








Rabu, 31 Oktober 2012

NASI HUJAN PANAS DAN AYAM TOMATO

Assalamualaykum




Alhamdulillah bisa ngeblog lagi. Kalo sudah ngeblog gini happy deh rasanya. Mood udah kembali sedikit demi sedikit. Aaaaahhhh...senangnyaaaa....
Kali ini saya masak Nasi Hujan Panas dan Ayam Tomat. Resep saya dapat dari Kak CT Delima. Sudah lama ingin membuat resep ini. Ketika membaca resepnya saya sempat bingung karena ada bumbu bernama rempah 4 beradik. Kata Kak CT, rempah ini disebut juga dengan rempah tumis, yaitu kulit kayumanis, bunga lawang (star anise), cengkih dan kapulaga. Kalo itu sih, saya selalu sedia di rumah karena saya suka masak opor ayam atau gule. Kemudian ada juga bawang besar. Bawang besar ini saya "terjemahkan" sebagai bawang bombay.Untuk bumbu ada sedikit yang saya kurangi. Kak CT memakai kaldu ayam instan (kalo nggak salah terjemahan lho ya) untuk nasinya. Sedang saya memakai kaldu ayam segar. Saya juga nggak pake pasta tomat karena nggak punya. Proses pembuatan juga sedikit saya ubah. Maaf ya Kak, kalo saya sedikit durhaka terhadap resep Kak CT ini. Sekali lagi mohon dimaafkan ya Kak...

Kemudian saya juga nggak pake acar mentah karena nggak ketemu nanas. Sempat ragu juga, mau dibuat apa tidak. Akhirnya saya memutuskan untuk tidak membuatnya. Seharusnya pake acar mentah supaya lebih sedap. Tapi bila ingin membuatnya, silakan berkunjung ke blognya Kak CT ya...Takaran resep juga saya ubah sedikit, menyesuaikan jumlah penghuni di rumah yang juga sedikit.

Akhir kata. terimakasih tak terhingga tuk Kak CT yang telah berbagi resep yang demikian sedap. Di lain waktu saya akan bikin lagi resep ini karena memang enak.



Nasi Hujan Panas :
500 gr beras
air kaldu secukupnya (menyesuaikan dengan jenis beras yang dipake)
1 batang kulit kayumanis
2 bh bunga lawang/pekak
3 bh kapulaga
2 kuntum cengkih
1 bh bawang bombay, cincang halus
3 siung bawang putih, cincang halus
2 cm jahe, dimemarkan
2 lbr daun pandan
garam secukupnya

Cara membuat :
1. Cuci beras, tiriskan.
2. Panaskan sedikit minyak di atas wajam. Tumis kayumanis, bunga lawang, kapulaga dan cengkih sampai wangi. Menyusul bawang bombay, bawang putih, jahe dan daun pandan. Aduk sampai wangi.
3. Masukkan air kaldu dan beras. Beri garam. Masak sampai airnya habis dan menjadi beras aron.
4. Kukus beras aron selama 30 menit sampai matang.

*jika menggunakan rice cooker/magic com masukkan beras ke dalam baskom rice cooker kemudian dituangi air kaldu dan bumbu tumis di atas. Masak sampai matang.








Ayam Tomato :
1/2 ekor ayam, dipotong 6 bagian
1 sdt bubuk kunyit (saya pake kunyit segar yang diparut)
1 batang kayumanis
2 bh bunga lawang
2 kuntum cengkih
2 sdm saus tomat
2 sdm saus sambal
3 bh cabe merah keriting, iris serong tipis
300 ml air
1 bh tomat,potong dadu
garam, gula secukupnya

Bumbu halus :
1/2 bh bawang bombay
3 siung bawang putih
2 cm jahe

Cara membuat :
1. Cuci bersih ayam, tiriskan. Taburi dengan kunyit parut dan garam, biarkan selama 20 menit. Goreng sampai setengah matang, tiriskan.
2. Tumis kayumanis, bunga lawang dan cengkih sampai wangi. Masukkan bumbu halus, cabe iris, ayam goreng, saus tomat dan saus sambal. Beri air. Bumbui garam dan gula. Biarkan mendidih, cek rasanya. Jika sudah pas biarkan ayam matang dan kuah menyusut. Masukkan tomat, aduk rata. Sajikan nasi hujan panas besama dengan ayam tomato.







Minggu, 21 Oktober 2012

KARI NASI AYAM

Assalamualaykum




Untuk menu hari ini saya bikin Kari Nasi Ayam. Resep saya dapatkan dari tabloid kuliner. Sudah lama ngincer resep ini. Mumpung masih punya bumbu kari, saya bikin aja tadi pagi. Enak deh. Gurih khas kari gitu.


Bahan
300 gr beras, cuci bersih
500 gr ayam, potong-potong, cuci bersih
1 liter santan sedang
1 buah serai, memarkan
2 lbr daun salam
4 cm lengkuas, memarkan
3 lbr daun jeruk, buang tulang daunnya
1 sdm bumbu kari bubuk
 1 sdt gula merah
garam dan merica secukupnya

Bumbu halus :
1/2 sdt jinten
1 sdt ketumbar
2 bh cabe merah besar
5 butir bawang merah
3 siung bawang putih
4 butir kemiri
2 cm kunyit
1 cm kencur

Cara membuat :
1. Panaskan sedikit minyak di wajan, tumis bumbu halus sampai harum.
2. Masukkan serai, daun salam, lengkuas dan daun jeruk. Menyusul daging ayam, aduk rata.
3. Masukkan bumbu kari dan santan. beri gula merah, garam dan merica bubuk. Cicipi rasanya. Masak sampai ayam matang dan empuk. Matikan api, angkat ayam dari kuah santan, sisihkan.
4. Masukkan beras ke dalam kuah santan, nyalakan api. Masak beras sampai santan habis dan menjadi nasi aron. Bila dirasa terlalu kering, tambahkan air panas. Jangan lupa beri sedikit garam supaya agak gurih. Jangan lupa cicipi ya.
5. Kukus beras sampai matang.
6. Goreng ayam dalam minyak sampai agak kering. Sajikan nasi kari dan ayam goreng.







Kamis, 18 Oktober 2012

SOTO AYAM DAN SATE TELUR PUYUH

Assalamualaykum




Pagi hari sarapan pake soto, mau ?? Itu salah satu sarapan favorit saya. Sarapan soto ayam ini adalah kebiasaan saya waktu masih di Solo. Kalo di Solo kita mau sarapan soto ayam, di penjuru sudut Kota Solo akan mudah menemukannya.
Di Solo, bila makan soto kita akan mendapatkan Soto yang sudah diberi nasi didalam mangkoknya. Nasi soto gitu. Jadi nasi dan sotonya tidak dipisah. Soto ini saya buat gara-gara melihat penampakan Soto Kudus Mbak Analisa Ummu Abel. Soto Kudusnya didampingi perkedel dan sate telur puyuh. Telur puyuhnya itu lho yang menggoda saya. Selama ini kalo makan soto ayam, selalu pake tempe goreng. Ternyata enak lho makan soto ayam pake lauk telur puyuh, hihi...(ndeso ah).

Untuk sotonya saya masak dengan bumbu racikan saya sendiri. Pertama kali masak soto ayam dimulai ketika saya SMA. Biasanya kalo pas hari Minggu saya masak soto ini. Awalnya nyontek dari majalah. Lama-lama saya modifikasi sendiri. Aslinya resep soto ini diberi kaldu instan. Tapi sudah beberapa tahun terakhir saya mulai menguranginya. Dan sekarang Alhamdulillah nggak pake lagi. Tapi kalo kepingin pake kaldu instan boleh juga kok. Masukkan kaldu instan di akhir masak ya.

Sedang telur puyuhnya saya masak pake bumbu bacem. Supaya warnanya gelap, kemarin saya rebus menggunakan rebusan kulit bawang merah dan teh celup, hihi...Kenapa pake teh celup segala sih ? Iya karena kulit bawangnya telanjur saya buang sebagian. Lupa  gitu. Ketika ingat, kulit yang tersisa cuma sebanyak 1 sdm aja. Yaaaa....nggak bakalan jadi item dong. Akhirnya saya akalin dengan ditambahi teh celup. Caranya rebus kulit bawang merah sampai mendidih dan berwarna coklat. Masukkan teh celup ke dalamnya, celup-celupkan sampai mendapatkan warna yang diinginkan, kemudian disaring. Naaahh air inilah yang dipake buat merebus telur puyuh.




Bahan Sate Puyuh :
30 butir telur puyuh rebus, kupas kulitnya
1 sdm kulit bawang merah
1 kantung teh celup
250 ml air
4 butir bawang merah, iris tipis
2 siung bawang putih, iris tipis
4 sdm kecap manis
1 sdm gula merah, disisir
Garam dan merica secukupnya

Cara membuat :
1. Rebus kulit bawang merah sampai mendidih, masukkan teh celup. Celupkan beberapa kali sampai warnanya gelap. Saring, sisihkan.
2. Tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum, masukkan air teh, telur puyuh, kecap manis, gula merah, garam dan merica. Rebus sampai airnya menyusut dan telur menjadi berubah warna. Angkat, dinginkan. Tusuk menggunakan tusuk sate.







Bahan Soto :
1/2 ekor ayam
1500 ml air
4 cm lengkuas, memarkan
4 lbr daun jeruk, sobek-sobek
2 lbr daun salam
2 batang serai
garam, gula pasir dan merica bubuk secukupnya

Bumbu halus :
1/2 sdt jinten sangrai
1 sdt ketumbar sangrai
2 cm jahe
3 cm kunyit
10 butir bawang merah
5 siung bawang putih
5 butir kemiri

Pelengkap :
100 gr soun, diseduh
100 gr toge, diseduh
100 gr kol, iris tipis, seduh
daun bawang diiris tipis
bawang goreng
kecap manis
jeruk nipis

Sambal :
50 gr cabe rawit merah
2 siung bawang putih
( rebus kedua bahan ini selama 15 menit. Kemudian tiriskan dan haluskan, beri sedikit garam).

Cara membuat :
1. Rebus ayam dalam air sampai empuk. Angkat, tiriskan. Sisihkan kaldunya.
2. Ukur kaldunya sebanyak 1200 ml rebus kembali sampai mendidih.
3. Tumis bumbu halus sampai wangi, masukkan lengkuas, daun jeruk, daun salam dan serai. Aduk sampai keluar aromanya. Masukan ke dalam air kaldu. Bumbui garam, gula dan merica. Cicipi rasanya.
4. Goreng ayam sampai matang tapi jangan terlalu kering, angkat, tiriskan. Potong/suwir-suwir.
5. Penyajian : dalam sebuah mangkok, taruh nasi secukupnya. Beri soun, toge, kol rebus dan suwiran ayam goreng. Guyur dengan kuah panas. Taburi dengan daun bawang dan bawang goreng. Sajikan bersama sate telur puyuh, sambal rebus, kecap dan jeruk nipis.






Senin, 15 Oktober 2012

IKAN BAKAR DAN SAMBAL EBI

Assalamualaykum




Siang-siang makan nasi anget bersama ikan bakar, lalap dan sambal....aduuuuhhh nggak nahaaannn....Nasi sebakul bakalan habis !! hihi....
Begitulah yang terjadi pada saya hari ini. Kemarin ketika belanja di tukang sayur, stok ikannya masih banyak. Padahal sudah menjelang tengah hari. Awalnya saya ngelirik udang. Tapi begitu tukang sayur menunjukkan dagangannya berupa ikan mujaer besar-besar, alamaaaakkk nggak tahan untuk tidak membelinya ! Mujaer 3 ekor seberat 1,2 kg benar-benar meruntuhkan iman saya (halah....). Tanpa babibu saya beli aja ikan itu semuanya. Begitu masuk rumah langsung saya kucuri jeruk nipis dan garam. Setelah dicuci saya rendam dalam bumbu dan tadi pagi saya bakar memakai daun pisang, hmmm...wangi...

Sedang untuk sambalnya, saya mencoba resep Sambal Ebi yang saya dapat dari tabloid Saji. Penasaran seperti apa rasanya sambal yang diulegi ebi di dalamnya. Biasanya kan pake terasi. Biarpun terasi dan ebi berbahan dasar udang, tetap aja beda jauh rasanya. Rasanya tetap enak, tapi kalo disuruh milih, saya tetap milih pake terasi. Udah nyantol di lidah tuh terasinya, hehe...Seperti biasa, pembuatan sambal sesuai selera saya ya. Jadi nggak niru plek resep aslinya.

Sebenarnya saya ingin motret Sambal Ebinya secara khusus. Tapi ketika sedang asyik foto-foto, petugas PLN datang untuk ngecek listrik di rumah tetangga. Langsung kocar-kacir ngeberesi properti buat foto-foto, karena motretnya di ruang tamu. Saya pikir petugas PLN juga bakalan datang ke rumah, ternyata engggak. Duh kegeeran banget sama tukang listrik !! Akhirnya batal deh mau motret Sambal Ebi, karena semua properti udah diberesi. Mood motret juga udah ilang. Tapi tetap saya tulis resepnya ya.

Biasanya saya kalo motret di lantai atas, dibawah jemuran baju, hahaha...(opo maneh iki.....). Tapi ketika 2 minggu yang lalu saya terpeleset di tangga dan kaki saya memar (sampai sekarang ada 1 bekas memar yang belum sembuh), saya mencoba memotret di lantai bawah aja. Dan sinar yang bagus memang di ruang tamu. Tinggal buka pintu dan menata meja, siap deh buat motret. Ok, yuk diintip resepnya....




Bahan :
3 ekor ( 1,2 kg) ikan mujaer
2 bh jeruk nipis
garam
4 sdm kecap manis
3 siung bawang putih halus
2 sdm saus tiram
1 sdm margarin, lelehkan
daun pisang secukupnya

Sambal :
2 sdm ebi, rendam air panas sampai lunak, haluskan
10 bh cabe merah besar
5 bh cabe rawit merah
4 bh bawang merah
2 siung bawang putih
2 lbr daun jeruk, robek-robek
1 sdt gula merah, disisir
garam secukupnya
jeruk limau secukupnya

Cara membuat :
1. Bersihkan ikan dari sisik, insang dan isi perutnya. Kerat menggunakan pisau tajam. Cuci bersih, kucuri dengan air jeruk nipis dan garam. Biarkan 15 menit, cuci bersih lagi.
2. Campur jadi satu kecap manis, bawang putih halus, saus tiram dan margarin leleh aduk rata. Balurkan bumbu kecap ini ke seluruh badan ikan. Biarkan selama 30 menit supaya meresap (saya simpan semalam di kulkas). Bungkus menggunakan daun pisang. Bakar menggunakan penjepit kawat, bolak-balik ikan sampai matang. Sisihkan.
3. Sambal : Rebus cabe merah, cabe rawit, bawang merah dan bawang putih dalam air mendidih selama 15 menit. Angkat, tiriskan. Uleg halus.
4. Panaskan sedikit minyak di wajan, tumis ebi halus sampai harum. Masukkan cabe halus dan daun jeruk, aduk aduk. Beri garam dan gula merah. Aduk sampai sambal agak kering dan matang. Kucuri jeruk limau bila suka.
5. Sajikan ikan bakar bersama nasi hangat dan sambal ebi. Nikmati bersama lalapan.





Kamis, 04 Oktober 2012

TONGKOL MASAK KUNING

Assalamualaykum




Seharusnya sudah sejak tadi pagi saya ngentri resep ini. Tapi sejak jam 10 pagi, jaringan dan servernya eror terus. Baru petang ini saya bisa entri data.
Sebenarnya sudah sejak bulan lalu keduanya ini sering eror, kadang bergantian tapi kadang eror bareng-bareng. Huuffttt... Sempat bikin kesal juga. Pingin ganti provider tapi kemarin baru saya perpanjang paket internetnya untuk sebulan. Sayang kan kalo pindah provider sementara waktu aktifnya masih panjang.

Kali ini saya masak tongkol. Kemarin ada ikan tongkol di tukang sayur. Karena nggak biasa masak ikan, saya nggak tau harus dimasak apa. Biasanya cuma digoreng aja. Tapi oleh tukang sayurnya diusulkan supaya dimasak kuning dan memakai belimbing sayur (belimbing wuluh). Bumbunya sederhana saja kok pake bumbu yang ada di dapur. Kemudian saya tambahi santan supaya gurih. Ternyata, enak sodara-sodara....hehehe... Rasanya gurih sedikit asam dan segar karena pemakaian belimbing wuluh. Dimakan pake nasi anget, Alhamdulillah nikmat banget.

Bahan :
2 ekor (600gr) ikan tongkol segar
1 butir jeruk nipis, peras airnya
2 lbr daun jeruk
sepotong lengkuas, dimemarkan
2 lbr daun salam
1 batang serai, dimemarkan
Garam, gula dan merica bubuk secukupnya
250 ml santan dari 1/4 butir kelapa parut
4 bh belimbing sayur, potong 2 bagian

Bumbu halus :
5 butir bawang merah
3 siung bawang putih
3 cm kunyit
3 butir kemiri

Cara membuat :
1. Potong-potong ikan tongkol, buang insang dan kepalanya. Cuci bersih. Perasi air jeruk nipis dan sedikit garam. Biarkan 15 menit. Cuci kembali sampai bersih.
2. Panaskan sedikit minyak di wajan, tumis daun jeruk, daun salam dan serai sampai wangi. Masukkan bumbu halus, menyusul lengkuas. Aduk sampai bumbu sedikit mengering. Tuangi santan, bumbui garam, gula dan merica. Biarkan mendidih.
3. Masukkan ikan tongkol, masak sampai matang. Cek rasanya. Bila sudah sesuai selera matikan api. Terakhir masukkan belimbing sayur. Angkat, sajikan.